Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

RPP PENGINHKARAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA PELANGGARAN HAK DAN NHT ( NUMBER HEAD TOGETHER )



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                                      : SMA Negeri ............

Mata Pelajaran                          : PPKn

Kelas/Semester                          : XII /Ganjil

Materi Pokok                             : Kasus-Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban

                                                     sebagai Warga Negara

Alokasi Waktu                           : 2 x 45 menit

A.  Kompetensi Inti (KI)

1.   Menghayati dan mengamalkan agama yang dianutnya.

2.   Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3.   Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4.   Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.  Kompetensi Dasar (KD)

1.2.  Mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam pasal 28E dan 29 ayat 2 Undang-

 Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

2.3.  Mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar

 Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

3.4.  Menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara

4.4.  Menyaji analisis penanganan kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban

 sebagai warga negara

C.  Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

1.2.1. Menunjukkan perilaku bersyukur sebagai bangsa Indonesia

1.2.2. Menujukkan perilaku bersyukur dengan adanya jaminan memeluk beragama dan

   menyakini kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

2.3.1. Menunjukkan perilaku gotong royong dalam proses pembelajaran

2.3.2. Menunjukkan perilaku toleransi dalam proses pembelajaran

2.3.3. Menunjukkan perilaku damai dalam proses pembelajaran

3.4.1. Menjelaskan makna hak dan kewajiban warga negara

3.4.2. Menguraikkan jenis-jenis hak dan kewajiban warga negara Republik Indonesia

3.4.3. Menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara

4.4.1. Menyusun hasil analisis penanganan kasus pelanggaran hak dan pengingkaran

   kewajiban warga negara

4.4.2. Menyaji hasil analisis penanganan kasus pelangaran hak dan pengingkaran kewajiban

   warga negara

D.  Materi Pembelajaran

1.   Hakikat hak dan kewajiban warga negara

a.    Makna hak dan kewajiban warga negara

b.   Jenis-jenis hak dan kewajiban warga negara

2.   Kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara

E.  Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1

Langkah Pembelajaran
   

Sintak Model Pembelajaran
   

Diskripsi Kegiatan
   

Alokasi Waktu

Pendahuluan
   

Student active learning
   

1.    Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama peserta didik

2.    Guru mengecek kehadiran peserta didik dengan menyebutkan agama di Indonesia.

3.    Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk mengikuti pembelajaran, mengecek kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan buku tulis dan sumber belajar.

4.    Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai Hak Warga Negara dan Hak Asasi Manusia

5.    Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai peserta didik

6.    Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dan teknik penilaian yang akan dilakukan yaitu menggunakan NHT ( Number Head Together )
   

15

Kegiatan inti
   

   

Mengamati:

1.    Peserta didik mengamati Video yang disediakan oleh guru terkait dengan hak dan kewajiban warga Negara

2.    Peserta didik mencermati materi yang dibagi oleh guru atau referensi yang terkait dengan materi pembelajaran

Menanya:

Peserta didik mengajukan pertanyaan dari video yang  telah mereka amati.

Mengumpulkan data:

Peserta didik secara berkelompok dengan bimbingan guru, mencari informasi untuk menjawab LKPD ( Lembar Kerja Peserta Didik), dengan membaca uraian materi, handout dan dari sumber belajar lain (buku atau internet)

Mengasosiasikan:

Peserta didik berdiskusi secara berkelompok untuk menghubungkan informasi yang diperoleh dengan mengklasifikasikan hak- hak dan kewajiban warga Negara sesuai yang diatur dalam UUD Negara Republik Indonesia 1945 dengan kasus yang ada.

Mengomunikasikan:

1.   Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dengan metode NHT.

2.   Peserta didik yang mendapatkan nomor menanggapi kelompok yang presentasi dari kelompok lain memberikan tanggapan

3.   Guru mengecek pemahaman siswa kasus kasus Pelanggaran Hak Warga Negara dengan UUD 1945.

4.   Guru memberi umpan balik terhadap jawaban  peserta didik secara berkesinambungan dengan cara memberi penjelasan.

5.   Guru melakukan permainan sederhana untuk mengecek kemampuan siswa.
   

60

Penutup
   

   

1.   Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran

2.   Guru melakukan refleksi pembelajaran atas manfaat proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menentukan tindakan yang akan dilakukan

3.   Guru memberikan postest penugasan untuk pertemuan berikutnya

4.   Guru meminta siswa menyanyikan lagu wajib nasional yaitu Himne guru.

5.   Guru meminta peserta didik memimpin doa untuk mengakhiri pembelajaran

6.   Guru mengucapkan salam penutup
   

15

F.   Penilaian Pembelajaran,

1.   Sikap Spiritual

a.    Teknik penilaian      : Observasi

b.   Bentuk instrumen     : Lembar penilaian observasi

c.    Butir nilai                 : Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa

d.   Kisi-kisi                    :

No
   

Indikator
   

Butir Instrumen

1
   

Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran
   

1

2
   

Mengucapkan salam pada awal dan akhir pelajaran
   

1

3
   

Bersyukur atas nikmat karunia Tuhan Yang Maha Esa
   

1

Instrumen: lihat Lampiran 1A

2.   Sikap Sosial

a.    Teknik penilaian      : Observasi

b.   Bentuk instrumen     : Lembar penilaian observasi

c.    Butir nilai                 : Tanggung jawab

d.   Kisi-kisi                    :

No
   

Indikator
   

Jumlah Butir Instrumen

1
   

Melaksanakan tugas Kelompok dengan baik
   

1

2
   

Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan
   

1

3
   

Melaksanakan apa yang pernah dikatakan tanpa disuruh/diminta
   

1

4
   

Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan
   

1

Instrument: lihat Lampiran 2A

Sikap Sosial

a.    Teknik penilaian      : Observasi

b.   Bentuk instrumen     : Lembar penilaian observasi

c.    Butir nilai                 : Disiplin

d.   Kisi-kisi                    :

No
   

Indikator
   

Jumlah Butir Instrumen

1
   

Datang ke kelas tepat waktu
   

1

2
   

Patuh pada tata tertib sekolah
   

1

3
   

Mengerjakan/mengumpulkan tugas sesuai waktu yang ditentukan
   

1

Instrument: lihat Lampiran 2B

3.   Pengetahuan

a.    Teknik penilaian      : Tertulis

b.   Bentuk instrument    : Uraian

c.    Kompetensi dasar     : Menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban

sebagai warga negara

No
   

Indikator
   

Jumlah Butir Instrumen

3.4.1 
   

Menjelaskan makna hak dan kewajiban warga negara
   

1

3.4.2 
   

Menguraikkan jenis-jenis hak dan kewajiban warga negara Republik Indonesia
   

1

3.4.3 
   

Menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga Negara
   

1

3.4.4 
   

Menganalisis upaya pemerintah dalam penanganan kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara
   

1

3.4.5 
   

Menganalisis bentuk partisipasi masyarakat dalam pencegahan pelanggaran hak dan kewajiban warga negara
   

1

Instrumen: lihat Lampiran 3

4.   Keterampilan

Teknik penilaian            : Observasi

Bentuk instrumen          : Lembar observasi

Kompetensi dasar          : Menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban

sebagai warga negara

Indikator                        : 4.4.2. Menyaji hasil analisis penanganan kasus pelangaran hak

                                                   dan pengingkaran kewajiban warga Negara

No
   

Keterampilan
   

Butir Instrumen

A.
   

Penyajian
   

1
   

Menanya/menjawab
   

1

2
   

Argumentasi
   

1

3
   

Bahan Tayang/displai/media
   

1

B.
   

Laporan
   

1
   

Isi laporan
   

1

2
   

Penggunaan bahasa
   

1

3
   

Estetika
   

1

Jumlah Butir Instrumen
   

6

G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

Media                     : Power point, artikel/berita, portofolio.

Alat                        : Proyektor dan laptop.

Sumber belajar      : Salikun, dkk., 2015. Buku Siswa; “Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas XII”. Jakarta: Kemendikbud. Hal. 113-132.

Sekretariat Jendral dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi. 2010.  “Naskah Komprehensif Perbahan Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Buku I Latar beakang, Proses, dan Hasil Perubahan UUD 1945”. Jakarta: Mahkamah Konstitusi.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.



H. Metode Pembelajaran

Pendekatan             : Scientific

Model                     : Student active learning

Metode                   : Diskusi, Number head togeter,

Slilit sang Guru



Jancuk kata orang jawa timur, kata itu yang pertama keluar dari murut sang Guru. Tidak jelas apa yang di guraukan oleh sang guru, namun menurutnya ada slilit yang menempel pada giginya. Slilit sama sekali tidak penting bagi orang lain, namun bagi seorang guru slilit sangat mengganggu dalam kegiatan mengajarnya. Slilit pernah memusingkan sang guru ketika membacakan teks Proklamsi di depan siswanya dan slilitnya masih di gigi.

Para siswa pun terperangga dan sedih namun lucu  melihat sang guru menahan sakit sambil membacakan teks Proklamasi. Perasaan guru pun menjadi tidak karuan, hal kecil akan berdampak terhadap sesuatu yang bersifat besar dan inti. Guru pernah juga menangis dan stress ketika salah satu muridnya ada yang masuk penjara karena mencuri HP. Dia selalu menangis dalam tidurnya, guru merasa bersalah karena tidak bisa mendidik siswanya dengan baik.

Istri sang guru tertawa melihat suaminya lebai dan menangis. Guru tersebut selalu berdoa dan menghawatirkan muridnya. Guru mengintrospeksi dirinya terhadap prilaku yang dilakukan muridnya, ‘Apa yang ku lakukan sehingga siswaku melakukan itu’ apakah aku kurang baik dan dan menjadi contoh yang jelek buat siswaku. Guru selalu berharap polisi salah tangkap terhadap siswanya karena dia percaya siswa terebut adalah siswa yang baik.

Sisi lain guru memang unik, dia lebih sering memikirkan siswanya dari pada masyarakat di lingkunganya. Guru akan menjadi contoh utama buat siswanya karena sejelek-jeleknya siswa adalah cerminan gurunya, dan sebaik-baiknya siswa adalah cerminan orang tuanya. Guru merupakan profesi yang sangat berat dalam kehidupan di dunia. Guru sebagai Mind of think menciptakan generasi berikutnya. Salah ilmu sedikit akan merusak tatanan kehidupan manusia, karena siswa pasti mengajarkan sesuai yang diajarkan oleh sang Guru.

Guru sebagai Pamong mempunyai tanggung jawab lebih besar daripada orang tua. Guru menjadi sumber percontohan di dalam sekolah dan sebagai orang tua di sekolah serta di luar sekolah. Guru menjadi model percontohan siswa akan apa yang terjadi di dunia, 50 persen perilaku siswa adalah mencontoh perilaku gurunya. Guru menjadi sumber inspirasi siswa, ketika guru berpenampilan preman, siswa akan menirunya. Ketika guru berpakaian baik maka siswa akan melakukanya.

Guru masih merenung, setiap harinya dia habiskan di depan cermin. Guru memandang sosok di depan cermin sambil meneriaki,’siapa kamu sampai mengajarkan yang jelek kepada siswaku’. Guru terperangga melihat sosok yang di dalam cermin adalah dirinya. Meskipun dirinya adalah Guru namun guru juga manusia yang tidak luput dari dosa.

Senen malam selasa kliwon tepat di hari ulang tahun guru. Orang rumah memanggil para kyai untuk mendoakan guru. Banyak orang heran kenapa guru bisa stress karena siswanya. Satu siswa gagal berarti gagal sudah perjuangan guru. Guru berharap ketika siswa ditanya siapa gurunya, dia tidak menyebutkan namanya. Nama yang di bangun selama bertahun-tahun habis oleh seorang siswa yang menjadi anak muridnya.

Menjadi guru bukan hal yang mudah, bukan hanya mengajarkan kebaikan kepada siswa, namun mendidik siswa secara mental dan spiritual. Apa yang dilakukan oleh guru adalah model buat siswanya. Perilaku baik akan menghasilkan siswa yang baik dan perilaku yang jelek akan menghasilkan siswa yang jelak. Terima kasih para guru bangsa kami, kalian sudah mengajarkan bagaimana menata hidub. Bagaimana menjadi Warga Negara yang Punya Integeritas yang tinggi. Guruku, jasamu tidak terbalalaskan, sampai matipun jasamu tidak terbalaskan.

Salam Indonesia, Salam MBMI, Teruslah berjuang kawan.

Pelacur Akademik

TV sebagai media elektronik yang menghasilkan siaran multimedia dianggap sebagai hiburan utama. Banyak hal yang kita tahu setelah melihat siaran TV, dari kabar baik tentang perekonomian, sosial, ataupun tentang hukum yang ada di Indonesia. Banyak siaran yang di nantikan oleh masyarakat karena kualitas acara tersebut. Namun banyak juga siaran yang di nantikan karena artis yang ada di dalamnya ataupun actor kesayangan yang ada di acara tersebut.
Media sebagai alat control masyarakat harusnya memberikan konten yang bermanfaat bagi masyarakat. Media harus adil dan tidak berfihak kepada  pemerintah, golongan ataupun perorangan. Media harus bersifat Independen sebagai menyelaras kebijakan dan kedaulatan rakyat yang ada. Media sebagai alat control haruslah bersifat netral, yang salah dikatakan salah dan yang baik dikatakan baik. Media sebagai alat penyampai informasi harus bisa bersifat proporsional dan professional.
Akhir-akhir ini sering terdengar berita tentang pelacuran yang terjadi di kalangan artis. Pelacuran memang dianggap sangat berbahaya, namun apakah pantas jika yang disajikan adalah idola mereka. Apakah mereka tidak sadar bahwa yang mereka tontonkan setiap hari akan membawa prilaku yang jelek bagi anak. Berita dengan konten yang melecehkan atau mengurangi harkat martabat manusia harus di sajikan dengan cara yang bagus.
Pelacuran dianggap sebagai hal yang sangat merusak moral bangsa karena berhadapan dengan moral para pelakunya. Pemerintah hanya bisa menyalahkan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab mereka sendiri. Mereka tidak ingat bahwa cita cita bangsa Indonesia adalah merdeka, besatu, berdaulat adil dan makmur. Jika kemakmuran telah terjadi tidak mungkin ada pelacuran ataupun tingkah laku yang merendahkan manusia
Pemerintah tidak sadar bahwa pelacur itu sudah menyebar luas di negeri Indonesia ini. Pelacuran saat ini tidak hanya terjadi di kalangan dewasa namun sampai anak anak bangsa menjadi pelacur. Guru sebagai  benteng terakhir dalam mendidik bangsa harus melakukan upaya agar murid dan peserta didiknya menjadi orang yang bisa merubah bangsa menjadi lebih baik. Guru juga harus sadar bahwa Melacur tidak hanya terjadi di luar sekolah, karena melacurkan akademik merupakan salah satu cikal bakal pelacuran di negeri ini . Melakukan segala cara demi mendapatkan nilai ataupun hasil yang maksimal.
Mencontek adalah salah satu contoh pelacuran akademik, para pelaku nyontek merelakan harga dirinya sebagai siswa terlecehkan. Kertas contekan ataupun bentuk contekan yang lain telah memperkosa dan memaksa harga diri para siswa. Kesucian mereka ternoda karena  kemunafiakan dalam mencontek.  Ilmu yang di berikan guru semacaam jadi tidak beguna karena hal yang mereka lakukan yaitu mencontek.
Pelacur akademik tidak halnya sebagai orang yang sangat merendahkan ilmu pengetahuan. Banyak orang yang belajar dengan sungguh-sungguh kalah dengan orang yang belajar sedikit namun mencontek dengan banyak. Pelacur akademik sangat meresahkan di dunia pendidikan. Pelacur akademik akan menghasilkan pelacur-pelacur di bidang lainya. Pelacur akademik akan mengganggap ilmu pengetahuan tidak ada harganya dan menganggap cara yang terbaik untuk mensiasatinya.
Tidak banyak para pelaku pelacuran tesebut malah menjadi guru yang kelak akan mendidik siswanya menjadi yang baik. Bagaimana bisa baik jika gurunya adalah mantan pelaku juga. Hebat sekali negeri ini preman di didik oleh preman. Kapan Indonesia maju jika mereka tidak sadar akan dirinya sendiri. Namun tidak ada kata terlambat di dunia ini, kita harus memperbaiki dari hati nurani kita. Sekolah harus menetapkan agar siswa yang mencontek harus di beri hukuman yang setimpal. Para guru harus menghargai siswa bernilai jelek namun mempunyai Integeritas terhadap keilmuan. Guru harus menilai siswa dari proses bukan dari hasil . Keberhasilan siswa adalah keberhasilan guru dan kegagalan siswa adalah kegagalan guru.


Hatta sang Proklamator



HATTA SANG PROKLAMATOR

Bukit Tingi terletak di dataran tinggi Agam, Provinsi Sumatra Barat. Kota indah yang terletak di dataran tinggi ini pernah pula disebut “Ibukota kedua Republik Indonesia”. Di kota inilah salah satu bapak proklamator RI dilahirkan . Mohammad Hatta dilahirkan pada 12 Agustus 1902 melalui ayah yang bernama Haji Mohammad Jamil dan ibu yang bernama Siti Saleha. Nama Hatta sebenarnya adalah Mohammad ‘Athar-athar’. Athar dalam bahasa arab berarti harum, Namun seiring dengan berubahnya waktu nama tersebut akhirnya dipanggil Hatta.

Kehidupan pada masa kecil Hatta seperti dengan anak-anak pada umumnya. Namun pada umur tujuh bulan Hatta sudah menjadi yatim. Sang ayah meninggal pada usia 30 tahun. Namun kehidupan Hatta tidak mengalami perubahan, sang Ibu menikah lagi dengan seorang saudagar dari Palembang yaitu Mas Agus Haji Ning. Hatta dibesarkan dari lingkungan yang terpandang yaitu lingkungan pedagang, dimana kakek dari ibu adalah seorang pedagang yang berhasil, baik di bangsa Indonesia maupun Belanda.

Masa sekolah dasar Hatta dihabiskan di Sekolah Rakyat, Namun Hatta belajar di Sekolah Rakyat hanya sampai pada tahun ke tiga. Setelah Tahun ketiga Hatta pindah di sekoalah belanda yaitu Europes Leage School (ELS) atas rekomendasi dari guru bahasa Belandanya dan tamat pada tahun 1916. Setelah lulus dari ELS Hatta melanjutkan sekolah di Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO). Setelah di lulus dari MULO beliau melanjutkan di Prins Hendrik School di Jakarta dan melanjutkan kembali ke Handels Hoogere School di Rotteredam Belanda. Hatta mengambil kuliah Ekomomi Perdagangan serta ekonomi Kenegaraan dan disanalah mulai perjalanan politik Hatta.

Sejak tiba di negeri Belanda, Hatta memasuki organisasi mahasiswa Indonesia disana, Organisasi tersebut bertujuan untuk mencapai Indonesia Merdeka. Hatta menyelesaikan kuliahnya dalam tahun 1932 dan memperoleh gelar sarjana ekonomi dan kembali ke tanah air. Pengalaman organisasi di Belanda di salurkan terhadap perjuangan politik Indonesia. Nama Hatta sudah banyak dikenal oleh mahsiswa Indonesia di Negeri Belanda, Dia menjadi bendahara Indische Vereniging. Mahasiswa-mahasiswa di negeri belanda tahu bahwa Hatta mempunyai pengalaman memimpin majalah, karena itu Hatta diserahin memimpin majalah Hindia Belanda yang nantinya berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Hatta semakin dikenal di Indonesia setelah dia menjadi ketua Perhimpunan Indonesia pada tahun 1927. Pada saat pertama terpilih menjadi ketua PI, Hatta berpidato dengan ber api-api. Beliau menguraikan perbedaan antara Bangsa Indonesia dan Bangsa Belanda. Perbedaan kondisi di belanda dan Indonesia menjadi acuan dalam perjuangan Indonesia. Dalam pidato tersebut juga Hatta memprediksi akan terjadinya perang di daerah Pasifik dan memrediksi Indonesia akan mencapai kemerdekaanya pada waktu itu. Perjuangan Hatta juga dilakukan melalui karangan-karangan yang di terbitkan melalui majalah Indonesia Merdeka.

Pada tahun 1927 Hatta menghadiri Kongres Anti Imperialisme yang diadakan di Bruseel. Dalam konfrensi tersebut Hatta berkenalan dengan pemimpin-pemimpin Negara, salah satunya adalah Pandit Jawaharlal Nehru. Beliau adalah pemimpin bangsa India yang waktu itu masih dijajah oleh Inggris. Pertemuan ini akan menjadi salah satu jalan dalam perjuangan Indonesia di masa mendatang . Pergerakan Hatta di dunia politik sangat membahayakan bagi pemerintah Belanda, Karangan-karanganya sangat tajam dan membuat pergolakan di masyarakat.

Pemerintah Belanda geram dan menganggap pergerakan Hatta menbahayakan. Belanda pun mencari alasan untuk mengkap Beliau. Hatta mendapat fitnah sebagai antek komunis dan ditanggkap oleh belanda dan dijebloskan ke dalam penjara. Namun karena kepandaian dalam membuat pembelaan, akhirnya Hatta di bebaskan karena tidak bisa membuktikan kesalahanya. Pada masa itu di  Indonesia sudah berdiri partai yang bernama PNI pimpinan Soekarno. PNI berarti Pendidik Nasional Indonesia yang mempunyai visi dan misi kemerdekaan yang sama dengan PI pimpinan Hatta. Namun PNI tidak bertahan lama setelah pemimpin mereka Soekarno di tangkap dan di asingkan . PNI berganti nama menjadi PNI Baru yang akhirnya dipimpin oleh Hatta. Pada 1931 Soekarno terbebas dari tahanan dan akhirnya memimpin sebuah partai yaitu PARTINDO.  Kedua partai yang mempunyai Visi dan Misi kemerdekaan tersebut kerap kali terjadi perbedaan pendapat dan saling serang .

Soekarno ditangkap kembali pada tanggal 31 Juli 1933 karena dianggap memberontak dan diasingkan di Kota Ende, Flores. Hatta dalam hati pun was-was dan meramalkan pada suatu saat dia pun akam di tangkap oleh pemerintah. Pada tanggal 25 Januari 1934 Hatta pun di tangkap dan diasingkan di Bovendigul,Irian Jaya. Pada 9 Maret 1942 Jepang menyerah kepada Belanda di Indonesia. Hatta pun bebas dari tahanan belanda dan merdeka keluar dari penjara. Jepang dianggap sebagai penyelamat bangsa Indonesia, rakyat bersorak ria. Bendera Indonesia boleh berkibar dengan alunan lagu Indonesia Raya. Namun Hatta sudah memprediksi bahwa niat jepang adalah sebagai penjajah sama halnya dengan Belanda.

Pada pertempuran perang pasifik, banyak pihak yang memprediksi bahwa jepang akan menang dan menguasai dunia. Pendapat orang-orang pun disanggah oleh Hatta dengan mengatakan bahwa Amerikalah yang akan menang dalam perang Pasifik. Sejak pertengahan tahun 1942 kemajuan Jepang sudah terhenti , dan daerah jajahanya hilang satu demi satu. Banyak kekalahan Jepang yang memaksa Jepang harus berfikir untuk mengalahkan Amerika.

Untuk mendapatkan dukungan dan tambahan kekuatan jepang bermain politik dengan cara akan memberikan kemerdekaan pada Indonesia. Tanggal 7 September 1944 Perdana menteri Koiso mengatakan bahwa rakyat Indonesia akan diberi kemerdekaan, namun rakyat Indonesia harus membantu jepang dalam perang . Dalam bulan Mei 1945 dibentuklah Panitia Penyelidik Usaha-usaha Persiapan kemerdekaan dan Dr. Rajiman Wediodiningrat diangkat menjadi ketuanya. BPUPKI menjadi cikal bakal Indonesia yang akhirnya berganti menjadi PPKI yang diketuai oleh Ir. Soekarno dan Hatta menjadi wakilnya.

Prediksi Hatta atas kekalahan jepang ternyata meleset karena jepang lebih cepat menyerah dari Amerika. Dalam suasana kekalahan jepang Sahrir mengusulkan bahwa kemerdekaan harus segera dilakukan. Pertentangan terjadi Sahrir menginginkan proklamasi tidak dilakukan oleh PPKI karena bentukan Jepang. Namun Hatta berpendapat harus meminta persetujuna PPKI dalam proses kemerdekaan, karena cita-cita bangsa sudah di tekankan pada masa PPKI. Setelah berdiskusi dan rapat dengan PPKI , pada 17 Agustus 1945 di umumkan lah kemerdekaan Indonesia yang mengatas namakan Bangsa Indonesia Soekarno – Hatta.

Nama Hatta selalu di sanjung karena dia dianggap sebagai Proklamator Indonesia bersama Soekarno. Proklamasi hanya sebagai puncak kemenangan dalam lobi dan perjungan NKRI merdeka. Perjuangan Hatta harus diapresiasi sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia. Hatta adalah Pemimpin yang hebat di masanya. Idealisasi dan pemikiranya membuat bangsa Indonesia bersatu dalam satu kesatuan. Hatta adalah pemimpin yang berani mengambil resiko demi kebenaran, pemimpin yang berani menentang ketidak adilan. Hatta adalah Hatta bukan Soekarno ataupun Syahrir. Semangat Hatta selalu berkobar sepanjang masa, perjuangan dan pemikiranya menjadikan Indonesia Jaya.

Guru Sinotif

Temukan karier dan masa depanmu disini
 1. Singgel 27 tahun
 2. S1 semua jurusan
 3. Ipk minimal 3 skala 4

Sampai 31 Desember 2015

Pemanfaatan Air Tanah



Air merupakan sumber dari berbagai sumber kehidupan magluk hidub. Dimana ada air di situ ada kehidupan dan magluk hidub. Keberadaan air di dunia sangat melimpah, karena system sirkulasi ekosistem magluk hidub sangat sempurna. Namun akhir akhir ini air dunia sudah mengalami perubahan  yang menyimpang dari kodratnya. Musim tidak menentu, air sangat berkurang, udara sangat panas, dan gejala alam yang terjadi karena umat manusia. Pemanasan global karena emisi gas buang yang terlalu berlebih, menyebabkan memanasnya bumi yang menjadikan menurunya stok air di bumi.
Hujan yang turun tiap musim ibarat cerita dalam dongeng yang pernah di ceritakan oleh orang tua jaman dahulu. Musim sekarang sudah berubah, hujan kadang datang selama satu tahun penuh dan kadang hujan tidak muncul selama satu tahun penuh. Sumur mulai tidak menunjukan hidayahnya, waduk dan dananu seperti mandul fungsinya. Bagaimana apa yang seharusya tersiklus di dunia menjadi tidak lagi terencana. Hujan yang di harapkan datang tidak kunjung datang, namun sekali datang akan membanjiri permukaan.
Peran Negara sangat dibutuhkan dalam mengatasi kelangkaan dan kelebihan air di Indonesia. Pemerintah sebagai stake holder harus peka terhadap kebutuhan dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kebijakan tentang air secara lugas telah dijelaskan dalam UUD 1945 yaitu dalam pasal 33 ayat 3, yaitu : Bumi dan Air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Negara harus merancang system yang pas dalam menangani masalah air.
Masalah yang timbul akibat musim kemarau panjang yang terjadi saat ini adalah banyaknya manusia yang mengambil air tanah secara berlebihan untuk kepentingan pribadi. Penggunaan air tanah sebenarnya juga sudah termakdub dalam PP 43 tahun 2008 yang menyebutkan tentang spesifiksi air tanah dan apa yang bisa digunakan dengan air tanah. Dalam PP ini penggunaan air tanah harus sesuai dengan fungsi dan hakikatnya sebagai sumber kehidupan . Penggunaan air tanah harus dengan ijin dan mempertimbangkan lingkungan dan kebutuhan sekitar.
Penggunaan air tanah untuk pertanian sebenarnya sah-sah saja asalkan menggunakan ijin yang sesuai prosedur yang ada. Banyaknya area pertanian yang menggunakan air tanah sebagai sumber penghidupan padi, menyebabkan mata air yang biasa di gunakan warga terimbas akibat cekungan Air tanah tersebut berkurang. Secara hakikat, air yang kita gunakan sebagai sumber kehidupan adalah hak seluruh umat manusia di dunia. Pemanfaatan sebesar-besarnya air tanpa memperhatikan orang lain, sama saja kita merampas hak orang lain. Orang lain mempunyai hak yang sama akan air, setiap orang harus dan wajib adil dalam menggunakan air. Penggunaan yang berlebihan akan air tanah akan menyebabkan rusaknya ekosistem yang ada. Ekosistem tentang kehidupan hayati akan secara perlahan hancur karena penggunaan air tanah yang berlebihan. Akar- akat pohon akan sulit mencari air, yang menyebabkan matinya pohon-pohon besar yang akan berlanjut terhadap matinya umat manusia di dunia.